Skip to main content

Waspada Penipuan Tokutei Ginou! Tidak Bisa Bekerja, Malu Pulang ke Rumah

Penipuan Tokutei Ginou Dengan Visa Turis

Program tokutei ginou adalah program baru dari pemerintah jepang untuk mengatasi kurangnya tenaga produktif di negara tersebut. Status visa baru ini, ditujukan untuk pendatang baru dan juga ex-jisshusei yang memiliki skill atau keterampilan khusus.

Tentunya untuk mendapatkan status ijin tinggal dengan visa tokutei ginou, harus melalui proses dan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah jepang. Jangan sampai anda terkena penipuan hanya karena kurangnya informasi tentang program baru ini. 

Apalagi program ini masih terbilang baru jika dibandingkan dengan program Technical Intern Training atau yang biasa disebut dengan magang. Akan ada banyak oknum yang memanfaatkan momen ini. Banyak teman-teman kita ex-TIT atau ex-jisshusei yang ingin sekali kembali bekerja di jepang, tetapi tidak tahu prosedur proses yang benar.

Seperti yang telah dimuat di surat kabar jepang jakartashimbun.com beberapa waktu lalu, ada beberapa teman kita yang terkena musibah menjadi korban penipuan. Mereka berjumlah 5 orang ex jisshusei yang telah pulang kebali ke Indonesia.

Mereka bisa kembali masuk ke Jepang dengan menggunakan visa turis atau wisatawan dan telah membayar kepada agen sebesar 550.000 yen atau hampir setara dengan 70 juta rupiah. Dan berakhir dengan ditelantarkan begitu saja di hotel, sebelum akhirnya mereka menemui Pak Agus pemilik JSS ( Japan Souvenir Shop ) di Akihabara untuk berkonsultasi meminta bantuan.

Toko JSS milik Pak Agus di Akihabara

Awalnya mereka dijanjikan oleh agen akan ditempatkan di pekerjaan perhotelan padahal pekerjaan mereka saat magang adalah pengolahan makanan kalengan. Tentunya hal tersebut tidak bisa, karena kalau untuk ex-jisshusei harus bekerja dibidang yang sama. Atau jika ingin pindah ke bidang pekerjaan yang lain harus mengikuti tes keterampilan seperti peserta pendatang baru.



Ditelantarkan Agen Di Hotel

Pada saat kedatangan di Jepang mereka disambut oleh orang jepang dan memberi mereka sebuah kartu nama. Dan mereka mendapatkan penginapan di salah satu hotel di Prefektur Ibaraki. Orang Jepang yang mengaku agen mereka itu mengatakan akan menjemput mereka hari esoknya jam 10 pagi. Namun setelah ditunggu lama hingga malam, tidak ada satupun orang yang menjemput atau menemui mereka. Bahkan saat staf hotel mencoba menghubungi kontak yang ada di kartu nama tadi, kontak tersebut tidak aktif dan tidak bisa dihubungi. Beruntung mereka mendapat bantuan dari seorang pemagang yang membantu mereka memberikan tumpangan tempat tinggal dan menyarankan mereka untuk menemui Pak Agus.

Pada saat yang sama, Pak agus juga mengatakan bahwa sering juga menerima permohonan yang sama setiap bulannya. Bahkan setiap bulan ada 5 sampai 10 orang memohon bantuan kepada pak Agus. Rata-rata mereka juga tidak mengetahui bahwa visa yang mereka pakai adalah visa turis.

Pak Agus juga menceritakan ada yang lebih memprihatinkan. Beberapa diantara mereka yang terkena penipuan, mereka merasa malu untuk kembali ke Indonesia dan bertemu orang tua mereka. Hal tersebut lantaran uang yang mereka pakai untuk membayar keberangkatan adalah hasil pinjaman. Dan mereka bingung bagaimana cara mereka mengembalikan pinjaman tersebut. Sedangkan uang yang telah mereka bayarkan tidak bisa kembali.

Bayangkan saja, orang tua kita yang susah payah mencarikan pinjaman dengan harapan agar kita bisa sukses di Jepang malah berakhir dengan penipuan. Oleh sebab itu sebaiknya kita lebih berhati-hati dengan adanya iming-iming tawaran bisa kembali ke jepang dengan proses cepet dan mudah.

Kebanyakan teman-teman kita yang terkena penipuan adalah mereka yang buru-buru ingin kembali bekerja ke jepang. Mereka tidak mau mengikuti diskusi-diskusi tentang program baru ini. Alhasil mereka dengan mudah mengalami penipuan.

Tips agar terhindar dari penipuan seperti ini, berhati-hatilah terhadap penawaran-penawaran yang dilakukan melalui pesan pribadi. Penyalur yang sudah terpercaya pasti akan mempublikasikan lowongan yang mereka miliki pada publik, tidak melalui pesan pribadi. Selain itu jika mendapatkan tawaran semacam itu, sebaiknya tanyakan atau diskusikan terlebih dahulu di grup seputar kerja di jepang. Saya yakin ada banyak teman-teman yang akan memberikan masukan dan saran kepada anda apakah lowongan tersebut asli atau penipuan.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar